Serunya Mom dan Kids Fair

Pagi itu (13/12), keriuhan terjadi di GOR Otista, Jakarta Timur yang menjadi lokasi perhelatan “Mom and Kids Fair”. Acara yang dihadiri banyak keluarga muda ini merupakan hasil kerja bareng PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang menaungi jaringan minimarket Alfamart bersama nakita.

Acara belum dimulai, tapi para mama dan papa sudah memenuhi meja registrasi. Satu per satu yang seluruhnya berjumlah 400 mulai terisi. Sambil menunggu waktu, peserta berjalan-jalan mendatangi booth yang tersedia dari sponsor seperti Dancow, SGM Progress, Lactamil, Mamy Poko, Huki, Pampers, Frisian Flag Indonesia, Merries, dan sebagainya.

Saat waktu menunjukkan pukul 09.15 acara pun dimulai. MC Dolly mengajak peserta untuk menikmati acara dan menjelaskan layanan booth yang ada. Rangkaian acara yang dipersembahkan untuk kaum Ibu itu pun dimulai. Dalam sambutannya, Saeful Imam, online editor nakita mengungkapkan, ”Peran kaum ibu bagi bangsa sangat besar. Ibu yang berkualitas, akan membangun generasi yang juga berkualitas. Terima kasih kepada Alfamart dan para sponsor yang telah ekerja sama dalam menyukseskan acara ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, A. Linda Valentin, Marketing Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mengungkapkan, ”Acara ini merupakan apresiasi Alfamart kepada keluarga Indonesia, khususnya kepada para ibu dan anak-anak. Alfamart sendiri ingin hadir di masyarakat sebagai toko komunitas yang mampu memberikan kontribusi, lebih dari sekadar tempat belanja. Acara ini pun terwujud berkat kerja sama dengan tabloid nakita dan pihak sponsor.”

DISKUSI TENTANG BAHAYA GADGET

Setelah itu, acara diskusi pun digelar dengan tema, ”Bahaya Gadget Buat Si Kecil.” Para pembicara adalah Tika Bisono, MPsi, psikolog populer, didampingi bintang tamu, artis Ririn Dwi Arianti, dengan moderator Saeful Imam. Tika membuka materi, dengan bertanya ”Ayo siapa yang punya handphone bagus, angkat tangannya!. Siapa yang handphone-nya rusak karena dibanting atau dicelupin ke air,” tuturnya lagi. Para ibu pun unjuk tangan. ”Jangan salahin dan marahin anaknya ya, karena dunia anak-anak memang seperti itu.”

Tika pun menjelaskan, handphone memiliki dua sisi, sisi negatif tapi juga ada sisi positifnya. Sebab, hakikatnya teknologi diciptakan untuk membantu kehidupan manusia. ”Kalau ada apa-apa, jangan disalahin handphone-nya, tapi penggunannya. Kalau anak, ya orangtuanya yang harusnya ngawasin dong he he he.” Berbicara mengenai internet yang tertanam pada gadget, diakui Tika memang menyimpan ancaman. Riset yang dilakukan Dr. Hanz Zimmerl (terapis Austria) menunjukkan, 40% dari 200 juta pengguna internet di dunia mengalami kecanduan.

Selain itu, semakin banyak tindak kriminal (penculikan, penipuan, pelecehan, pembobolan rekening) yang terjadi akibat penyalahgunaan internet. Ancaman internet lainnya adalah kandungan pornogra­ yang tersimpan di baliknya. Entah lewat sosial media, Youtube, dan lainnya. Saat anak mengklik sesuatu, lalu ada promo konten berbau porno, anak pun bisa meng-kliknya. ”Ingat, pelecehan dan kejahatan seksual juga marak akhir-akhir ini,” tegas Tika.

Meski begitu, Tika tidak memungkiri manfaat yang terdapat di internet. Salah satunya dapat menggali potensi motorik, kognitif, emosi, dan sosial. ”Banyak sekali aplikasi bermanfaat di internet, anak bisa belajar banyak. Entah belajar berbahasa, menggambar, mewarnai, mengenal aneka  ora fauna, dan sebagainya. Fungsi hiburannya pun ada.” Tidak hanya itu. Internet juga dapat meningkatkan minat belajar melalui e-learning dengan tersedianya aplikasi atraktif dan interaktif yang menyenangkan,” jelasnya.

Agar kita dapat meraih manfaat ini, Tika memberikan beberapa kiat yaitu: letakkan komputer dan perangkat online lainnya di area publik rumah (ruang tengah atau ruang belajar/ perpustakaan). Lewat cara itu, orangtua lebih mudah melakukan kontrol dan pengawasan. Gunakan software khusus untuk melindungi anak dari konten kekerasan & pornogra­ , seperti Nanny Chip atau Parent`s Lock, sehingga berbagai konten dan dampak negatif di internet dapat diminimalkan.

Jangan lupa, ajari buah hati menggunakan teknologi komunikasi dengan bijak, sehingga anak tahu mana konten yang boleh dan tidak boleh dibuka. Yang terpenting, orangtua jangan gaptek. ”Bagaimana mau mengawasi anak, bila orangtua sendiri awam tentang gadget. Jadi, banyak belajar ya,” pesan Tika. Pada kesempatan sama, Ririn Dwi Ariyanti berbagi pengalamannya saat berkenalan dengan gadget. ”Kebetulan anak saya masih kecil, tapi mereka sudah senang dengan gadget. Kalau mau makan, mereka harus main gadget dulu.

Awalnya, saya turuti, tapi karena tidak baik, akhirnya saya ajak mereka bermain, sehingga mereka lupa dengan gadget-nya. Jadi, agar mereka lupa, sediakan alternatif aktivitas yang membuat mereka tertarik.” Setelah materi talkshow dan tanya jawab selesai, peserta dihebohkan dengan dua lomba menarik, yaitu lomba bayi merangkak dan lomba ayah mengganti popok. Seru!.

Yang lebih menyenangkan lagi, baik yang kalah maupun yang menang, para peserta tetap mendapatkan hadiah menarik. Menjelang siang, Chef Nichank mendemokan bagaimana membuat kreasi bento. Tidak sedikit ibu yang maju untuk icip-icip. ”Wah bisa dipraktikkan di rumah nih,” ungkap salah seorang ibu. Sebelum acara berakhir, para peserta dimanjakan dengan kuis dan doorprize, yang berisi pertanyaan seputar Alfamart dan nakita. Acara Mom and Kids Fair memang seru.