Sang Seniman Properti Bagian 1

Berbicara soal properti khususnya di Indonesia, nama Ali Tranghanda pasti langsung mencuat ke udara. Prediksi yang cerdas, tajam, dan selalu menyasar market yang tepat, adalah ciri khas pria yang akrab disapa Ali ini dalam menjalani kariernya sebagai konsultan properti. Tak terhitung banyaknya perusahaan ternama di Indonesia yang telah menggunakan jasanya untuk mengevaluasi pasar dan melakukan prediksi properti. Anda pun mungkin tak asing lagi dengan wajah pria asal Sukabumi, Jawa Barat ini. Pasalnya, tak jarang juga ia menjadi pembicara di berbagai seminar properti dan acara televisi, bahkan menjadi dosen dan trainer.

Ya, Ali memang sudah melanglang buana dalam dunia properti selama hampir 20 tahun, sehingga properti telah menjadi “makanan” sehari-harinya. Namun ayah 3 anak yang hobi traveling dan mengeksplorasi Indonesia ini mengaku, terjun ke dunia properti pada awalnya ternyata “kecelakaan”! Passion yang sesungguhnya baru ditemukan Ali saat benar-benar menyelami dunia profesi sebagai konsultan properti. Baginya, properti merupakan ilmu gado-gado yang sangat dinamis dan menantang, sehingga tak akan pernah habis untuk dieksplorasi.

Kali ini, RUMAH mendapatkan kesempatan untuk mengenal Ali lebih dekat dan “meminjam” kacamatanya untuk mengintip dunia properti Indonesia, pekerjaan sebagai konsultan properti, dan bagaimana ia menjaga integritas dalam bekerja. Inilah selintas percakapan dengan pria pendiri biro konsultan properti Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda.

Bagaimana Anda bisa “kecelakaan” masuk ke dunia properti?

Awalnya saya tertarik dengan jurusan Arsitektur, tapi kok load tugasnya terlalu banyak, setiap malam lembur. Sempat tertarik juga dengan jurusan Ekonomi, tapi terlalu banyak hitungan dan angka. Kebetulan pada tahun 1991, Universitas Tarumanagara Jakarta membuka program sarjana jurusan Real Estat (saat ini berkembang menjadi Fakultas Planologi–red.). Saya melihatnya seperti ilmu gado-gado, semua dipelajari, dari arsitektur, sipil, akuntansi, hukum ketanahan, marketing, perencanaan kota. Wah, ini belum ada sebelumnya! Saya tertarik untuk mencoba. Saya menemukan passion justru saat memasuki dunia kerja.

Seperti apa pekerjaan konsultan properti?

Menurut saya, menjadi konsultan adalah mendalami seni menyelesaikan masalah (problem solving). Yang dibutuhkan adalah kreativitas karena di pasar properti tidak ada hal yang baku, semuanya dinamis dan berkembang sangat cepat. Tidak perlu pintar, yang penting memahami consumer behavior, tahu perkembangan zaman, memiliki imajinasi, bisa menemukan masalah dari studi riset, merangkai informasi yang ada, mencari benang merahnya, dan menghasilkan inovasi yang bisa memberikan solusi yang luar biasa.

Inilah menariknya! Anda sempat juga mendalami bisnis dan keuangan, apa tujuannya? Menjadi bagian dari tim BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) dan mengurus tentang kredit macet setelah krisis tahun 2000, saya dituntut di tim untuk lebih tahu tentang masalah keuangan dan perbankan.

Inilah yang membuat saya menyadari, ternyata belum lengkap kalau secara pribadi saya tidak praktik langsung ke lapangan. Makanya saya bekerja di perusahaan pengembang sebagai bagian dari Business Development, menangani hampir semua proyek high rise dan housing. Saya menyadari ternyata praktik berbeda dengan teori, misalnya tentang kebutuhan konsumen, kesulitan dalam penjualan, beragam hambatan di lapangan, dan lainnya.

baca juga artikel lanjutan keduanya di https://eatrightbroward.org/sang-seniman-properti-bagian-2/