Pelabuhan Benoa Gerbang Pariwisata International

Pelabuhan Benoa Gerbang Pariwisata International

Menjadi gerbang kunjungan wisata ke destinasi lain dari dan ke Pelabuhan Benoa Bali bukan lagi mimpi di siang bolong. Beroperasinya jalan tol di atas perairan (JDP) Bali menjadi katup pembuka akses mencapai sararan itu. Kalangan pelaku usaha pariwisata di daerah yang dikenal sebagai Pulau Seribu Pura ini menilai beroperasinya jalan tol itu tidak hanya mampu mengurai persoalan kemacetan tetapi juga akan mendongkrak kualitas pariwisata sekaligus membuka banyak peluang bisnis. Alhasil, berbagai pihak pun bersiap menyambut peluang tersebut.

PT Pelabuhan Indonesia III misalnya, tengah menyiapkan penambahan panjang dermaga untuk kapal pe siar di Pelabuhan Benoa, dari 290 meter menjadi 390 meter guna mengantisipasi kian meningkatnya arus kunjungan kapal pesiar. Proyek itu ditargetkan tuntas akhir tahun ini. Kami juga akan melakukan pembenahan sektor lainnya, termasuk layanan di terminal penumpang, kata Prasetyo, General Manager PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Benoa, kepada Bisnis, akhir pekan. Meski berfungsi sebagai pelabuhan umum, sebenarnya Benoa telah ditetapkan sebagai pelabuhan pariwisata dengan sasaran utama menjadi pintu kunjungan wisata melalui laut menuju daerah wisata lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pelabuhan ini juga menyiapkan fasilitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan sandar yacht.

Selama ini kebanyakan kapal layar dari Darwin (Australia) langsung ke Singapura. Bila ada fasilitas memadai akan semakin banyak yang singgah dan sandar di Benoa. Dalam kaitan itu keberadaan jalan tol sepanjang 12,7 km itu akan menjadi daya dukung utama bagi kelancaran arus wisatawan, khususnya dari Bandara Ngurah Rai dan kawasan Nusa Dua ke Pelabuhan Benoa serta menuju destinasi lainnya. Hal senada diungkapkan Ida Bagus Ngurah Wijaya, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali.

Selama ini kemacetan merupakan salah satu kendala, khususnya untuk kawasan pariwisata Bali selatan se perti Kuta, Legian, Se mi nyak, Jimbaran, Uluwatu, Nusa Dua serta akses menuju Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa. Keberadaan jalan tol diharapkan cukup dapat menjawab kemudahan ak ses ke sejumlah destinasi wisata di Bali. Prasetyo menjelaskan keberadaan jalan tol pertama di Bali itu tidak sekadar menjadi sarana pendukung bagi kelancaran arus wisatawan, arus barang dan juga kendaraan dari dan ke Pelabuhan Benoa, melainkan juga akan melahirkan objek wsiata baru yang menarik. Alasannya, jalan tol tersebut menjadi salah satu rute yang terindah di dunia, sehingga menjadi destinasi baru menikmati kelokan perjalanan di atas peraiaran Bali selatan.

Direktur Utama Jasamarga Bali Tol Akhmad Tito Karim mengatakan pascaberoperasinya jalan tol di atas perairan ini akan membuka peluang usaha baru dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali. Persewaan kano, jasa boat, aktivitas memancing, dan berbagai jasa lain akan berkembang di sekitar tol. Dia menambahkan jalan tol di atas perairan yang diapit laut dan hutan mangrove serta pemandangan pesawat take off menjadi daya tarik tersendiri. “Ini merupakan lokasi yang tiada duanya di dunia. Keberadaannya juga akan menggairahkan perekonomian di Bali,” katanya. Rencananya, 6 Juli mendatang masyarakat diberi kesempatan mencoba jalan tol secara gratis sebelum ujicoba keesokan harinya dan akan diresmikan pekan pertama Agustus 2013. Oleh karena itu, Pelabuhan Benoa juga tertantang untuk berbenah mengimbangi perkembangan tersebut. Apalagi, tren kunjungan kapal pesiar menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2010 total kedatangan kapal pesiar ke Benoa 28 unit dengan total penumpang 13.725 orang, tahun berikutnya meningkat menjadi 35 unit dengan total penumpang 21.588 orang.

Untuk tahun 2012 meski total kunjungan kapal masih sama, yaitu 35 unit, namun karena ukuran kapal yang merapat lebih besar, jumlah penumpangnya sebanyak 27.523 orang. “Untuk tahun ini (2013), saya optimistis jumlah kapal dan penumpangnya akan kian meningkat. Sebab sampai 18 Juni lalu, total kunjungan sudah mencapai 23 unit jumlah penumpang naik 21.968 orang dan yang turun hanya 1.656 orang,” tegasnya. Prasetyo optimistis keberadaan jalan tol akan mampu menjadi katup pembuka bagi peningkatan arus wisatawan dari dan ke Pelabuhan Benoa Bali. Tak salah jika pelabuhan umum itu terus ‘bersolek’ untuk menyambut berbagai peluang dan mengukuhkan diri menjadi Pelabuhan Pariwisata Internasional.

Bisnis Penginapan Mulai Tumbuh

Pelabuhan Benoa bersolek dampaknya sektor bisnis penginapan mulai tumbuh, hal ini terlihat dari jumlah pendapatan yang naik dari sebelumnya. Bahkan kini pengusaha hotel di sekitar pelabuhan banyak yang melakukan renovasi terhadap penginapanya, mereka berlomba memberikan fasilitas dan pelayanan yang terbaik bagi turis mancanegara yang menginap.

Tidak sedikit pula yang memberikan fasilitas tambahan seperti wifi dengan kecepatan tinggi, genset hotel untuk menanggulangi listrik mati dan masih banyak lagi. Genset yang digunakan pengusaha hotel ini merknya Perkins dan mereka membelinya di kota Palembang yang terkenal harga murah. Harga genset Perkins di Palembang untuk perhotelan kira-kira 85 jutaan berkapasitas 40 kva tipe silent.