Memadai Untuk Selfie Bagian 1

Axioo hadir meramaikan pasar smartphone berbekal pengalaman mereka dalam produk-produk notebook dan netbook. Pertama kali mereka mengusung lini Picopad, dan kemudian menambah inventaris brand lagi dengan Picophone. Jika dalam jagat komputer mereka hadir menjadi spesialis pasar kelas low-end, demikian juga dengan produk Picophone M1 ini yang hanya dibanderol pada kisaran 1,2-an juta rupiah. Dengan imingiming kamera selfe yang memadai, apakah M1 layak ditebus?

Desain

Menurut Axioo, ada dua warna tersedia untuk Picophone M ini, yaitu hitam dan putih. Unit yang digenggam Sinyal kebetulan berwarna hitam legam tanpa aksen warna lain kecuali warna putih untuk huruf-huruf merek, keterangan kamera, dan merah samar untuk speaker dan soft key. Sementara jika melihat image dari Axioo, versi putih juga sama nasibnya, yaitu putih pada sekujur tubuhnya. Material langsung terasa terbuat dari plastik, casing belakangnya difnishing glossy menjadikannya cenderung licin dan banyak menjebak jejak minyak dan kotoran tangan lainnya.

Namun ketipisannya cukup menarik, hanya 8,5 mm dengan lengkungan-lengkungan di keempat sisinya. Di bagian belakang atas terdapat sedikit tonjolan kamera. Ini membuat kita was-was saat meletakkan ponsel dalam posisi telentang karena bagian kamera tersebut akan merupakan bagian pertama yang menyentuh permukaan lain. Risiko minimalnya adalah kaca lensa cepat kotor. Bagian depan dirancang dengan menonjolkan layar yang 5 inch.

Bezel alias bingkai kiri-kanan cukup minimalis, sementara bagian bawah menyisakan ruang yang lega untuk softkey. Speaker terletak di bagian atas menemani logo unit. Namun desain untuk speaker dan logo ini menurut Sinyal menodai desain stylish yang coba diangkat oleh ketipisan dimensi. Speaker diberi aksen merah, lantas dipuncaki dengan sebidang logo yang menjorok ke dalam.

Multimedia

Picophone M1 mengandalkan layar 5 inch dengan teknologi IPS sehingga layarnya bisa diintip dari berbagai sudut dengan kualitas yang tak berkurang. Resolusi yang dipatok adalah QHD 540×960, artinya kualitasnya setara dengan seperempat (Q-nya adalah untuk “quarter) layar HD (High Defnition). Untuk kelas low-end seperti yang ingin disasar oleh ponsel ini, kemeriahan yang disuguhkan layar sudah memadai.

Sayangnya audio yang dihasilkan oleh speaker bawaan kurang bertaji. Pada frekuensi tinggi atau yang memancarkan tenaga, membrannya tak sanggup untuk menahan keluaran yang cenderung sember. Namun penempatan speakernya harus dipuji karena dialokasikan pada bidang cembung di belakang bawah sehingga tak tertutup objek lain jika ditelentangkan.