Melatih Keberanian dan Cepat Mengambil Keputusan Lewat Motocross

pascal-edu.com – Awalnya, anak saya yang nomor 2, Ni Made Nadia Zalsa Dewi (11) min- ta diberi kesempatan mencoba motocross. Ternyata, meski anak perempuan, Nadia sangat menikmati dan memilih menekuninya jadi hobi. Alhasil, frekuensi saya dan keluarga pun semakin sering mengunjungi tempat latihan dan balapan motocross. Hal ini rupanya membuat Reyhan juga tertarik. Saya membaca dari sikapnya yang menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan ketika ditawari untuk mencoba, Reyhan terlihat percaya diri dan memiliki keberanian.

Setelah mengamati beberapa kali keterampilannya mengendarai motocross. saya menilai Reyhan berminat dan memiliki bakat. Saya coba arahkan dan mendorongnya untuk menjadi seorang pembalap yang sukses dan bisa diharapkan, baik untuk keluarga, daerah, maupun negara. Saya men-support anak-anak menekuni motocross selain dengan alasan hobi, juga untuk melatih motoriknya dan terlebih lagi mentalnya. Dalam olahraga motocross. anak dilatih untuk berani dan cepat mengambil keputusan.

Kalau salah dalam mengambil keputusan dapat ber akibat fatal pada dirinya sendiri, ini sangat terlihat saat berada di sirkuit balap. Saya sadar, motocross memang olahraga berisiko, namun sudah ada standar keselamatan, termasuk pelindungnya, seperti: helm, protector, sepatu boot standar, google, sarung tangan, dan lain-lain. Semua perlengkapan itu wajib digunakan saat mengendarai motor. Selain juga teori berkendara yang benar. Dengan demikian, para pembalap motocross mengetahui safety riding, berkendaraan yang benar.

HARUS SABAR

Untuk mengembangkan keterampilannya mengendarai motor, Reyhan melakukan latihan empat kali seminggu. Biasanya latihan menggunakan beberapa sirkuit untuk mengetahui karakter dan medan yang berbedabeda, baik itu saat kering, basah, hujan, licin atau berpasir. Tentu harus ditunjang pula dengan makanan bergizi dan latihan fisik ringan seperti lari dan sit up. Namun, tetap sesekali anak diajak berlatih sambil bermain, karena usianya masih anak-anak dan senang bermain.

Agar keterampilannya lebih terlatih dengan teratur dan terarah, saya juga mengajak Reyhan terlibat dalam komunitas motocross di Bali Mx asuhan Bapak Tjock Vicky Ari Sudharsana, Bapak Kame, dan Bapak Piggi Somma. Latihan biasanya dilakukan sepulang sekolah agar tidak mengganggu sekolahnya. Ini juga sekaligus untuk melatih kedisiplinan. Dengan demikian anak mengetahui, sekolah tetap harus diutamakan. Melatih anak-anak memang harus lebih sabar.

Materi yang akan diajarkan harus disesuaikan dengan keterampilan yang sudah dikembangkan oleh anak, sehingga diharapkan anak mampu lebih mengembangkan keterampilannya. Orangtua juga harus menyesuaikan dengan dunia anak-anak, yakni sambil bermain. Jangan memaksakan kehendak dan perhatikan mood si anak.