LEMUR KIAN TERANCAM PUNAH

Hampir 95 persen populasi lemur di dunia berada di ambang kepunahan. Primata arboreal dengan moncong runcing dan ekor panjang ini hanya ditemukan di Madagaskar. International Union for the Conservation of Nature (IUCN) memperkirakan kerusakan hutan akibat penebangan liar yang membuat lemur terancam punah. Dari total 111 spesies lemur dan subspesies, 105 berada dalam ancaman kepunahan. Sebuah penelitian yang dipimpin Duke University menunjukkan bahwa kemungkinan masih ada sekitar 1,3 juta ekor kukang cokelatputih di alam liar. Juga lemur tikus yang mungkin berjumlah lebih dari 2 juta ekor. Perkiraan itu memakai teknik permodelan statistik untuk menentukan ukuran populasi terhadap 19 spesies dari 100 spesies lemur di Madagaskar. Caranya adalah melihat tanaman atau pohon makanan lemur sebagai pengganti menghitung jumlah populasinya.

Primata yang hidup di pohon ini kebanyakan makan daun, bunga, dan buah, seperti apel bintang Afrika, manggis, asam, dan buah ara. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam Journal of Biogeography, pekan lalu. Hasilnya menunjukkan lemur kian berkurang di daerahdaerah dengan sedikit pohon yang menjadi makanan mereka. Selain itu, kondisi lingkungan, seperti suhu, curah hujan, dan ketinggian, juga berpengaruh. Antara 2011 dan 2016, tim peneliti berjalan melintasi Taman Nasional Ranomafana, Makira Natural Park, dan Masoala National Park di Madagaskar untuk mencari lemur. Secara total, mereka berhasil mengumpulkan data dari sekitar 2.000 penglihatan lemur, serta lebih dari 3.000 penampakan pohon yang dimakan lemur. Menggunakan catatan ini, bersama data iklim dari setiap lokasi, para peneliti mengiden tifikasi 14 pohon makanan lemur di pulau seluas 583 ribu kilometer persegi itu. Kemudian mereka menggunakan peta pohon bersama suhu, curah hujan, elevasi, dan data lainnya untuk memperkirakan ukuran populasi potensial dari setiap spesies lemur. Teknik ini terbukti lebih akurat daripada metode yang memperkirakan jumlah lemur dengan hanya berdasarkan iklim. Beberapa spesies memiliki populasi yang lebih kecil dari yang diperkirakan. Para peneliti menduga masih ada 15-20 ribu lemur cokelatfronted-merah di Madagaskar pada 2014. Jumlah itu turun 85 persen dari yang diperkirakan pada 2000 oleh sebuah studi terpisah berdasarkan survei lemur dan gambar satelit dari hutan hujan yang tersisa. Spesies lain, lemur bambu yang lembut, mungkin telah menyusut setengahnya dalam waktu kurang dari dua dekade, dari sekitar 20 ribu ekor menjadi 10 ribu ekor. “Penurunan drastis ini sebagian karena hilangnya habitat yang berkelanjutan,” kata para peneliti. Madagaskar kehilangan lebih dari 980 kilometer persegi hutan per tahun antara 2010 dan 2014. Namun jumlah untuk spesies lemur lainnya tidak serendah yang dibayangkan. Studi ini memperkirakan ada sekitar 50 ribu lemur merah yang tersisa, hampir dua kali lipat dari perkiraan 14 tahun sebelumnya. Studi tersebut menemukan bahwa 16 dari 19 spesies memiliki ukuran populasi potensial lebih besar dari 10 ribu individu—ambang batas yang dipertimbangkan oleh IUCN berada pada risiko kepunahan.