Komunitas Cinta Keluarga

Masih ingat dengan kehebohan masyarakat akan kekerasan seksual yang terjadi di sebuah sekolah internasional di Jakarta? Pada saat itu banyak media yang lantas membahas masalah kekerasan pada anak dan tindak pencegahannya. Jauh sebelum kasus tersebut muncul, sebuah komunitas bernama Komunitas Cinta Keluarga sudah menjalankan pelatihanpelatihan parenting, yang salah satunya selalu membahas masalah kekerasan seksual pada anak.

Berdirinya komunitas ini dipelopori oleh Rani Noe’man, seorang psikolog yang pernah berkecimpung di Yayasan Kita dan Buah Hati. Awalnya ia prihatin terhadap berberapa kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Bandung, kota tempat tinggalnya. Beberapa kasus yang menempati urutan tertinggi di kota tersebut adalah kasus tra­cking (yang semakin meningkat sejak tahun 2012) dan pedo­lia (semakin meningkat tahun 2013). Terusik akan hal ini, Rani berupaya “menyelamatkan” anak-anak di sana.

Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah ini, segalanya harus berawal dari rumah, yakni dengan cinta keluarga. Karena itulah, komunitas ini diberi nama Komunitas Cinta Keluarga (KCK) dengan tagline-nya “Keluarga Kuat, Indonesia Juara.” Sebagai awal, menurut Rani, orangtua harus memahami tanggung jawabnya terhadap anak. Ini penting karena tanggung jawab orangtua terhadap masa depan anak memang sangat luar biasa besar. “Keinginan komunitas ini adalah mengembalikan anak pada keluarga. Artinya, pusat pendidikan adalah pada keluarga, pusat pendidikan adalah di dalam rumah,” jelasnya.

PELATIHAN PARENTING GRATIS

Mulanya, anggota komunitas ini adalah orangtua yang pernah mengikuti pelatihan parenting yang diadakan oleh Rani Noe’man. Khususnya di daerah Bandung. Namun kemudian para anggota tersebar dari kotakota lainnya, Jakarta, Medan, Yogyakarta, dan sebagainya. Anggota-anggota KCK akan semakin tersebar karena misi KCK adalah memberikan kursus parenting gratis kepada seluruh rakyat atau orangtua Indonesia.

Dengan membekali pengetahuan dan keterampilan pengasuhan anak serta keharmonisan keluarga pada keluarga Indonesia, diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus kekerasan di Indonesia. Seperti, kasus kekerasan dalam rumah tangga, kenakalan remaja, pengabaian anak, serta perdagangan anak dan wanita.

BEKERJA SAMA DENGAN PKK

Untuk menyukseskan misi ini, KCK kemudian bekerja sama dengan PKK, mulai tingkat kelurahan. KCK menargetkan untuk memiliki setiap kader di setiap kelurahan demi dilatih menjadi agen-agen perubahan. Para agen nantinya diharapkan dapat memberikan pelatihan kepada para orangtua. Pelatihan parenting gratis ini juga diberikan pada tingkat yang lebih tinggi lagi sehingga diharapkan dapat berdampak secara nasional.

Pada akhirnya, visi Indonesia sebagai negara yang beradab dapat tercapai. Materi untuk pelatihan parenting gratis ini sudah dikemas sedemikian rupa dalam bentuk ­lm, permainan, dan tanya jawab. Mengingat para audience banyak yang lulusan sekolah dasar, pemberian materi tak lebih dari setengah jam. Program pelatihan juga bekerja sama dengan beberapa universitas di Bandung terutama fakultas yang terkait seperti psikologi dan pendidikan. Sejauh ini, animo orangtua sungguh luar biasa. Terbukti sudah beberapa kelas dibuka, tetap saja kebanjiran peminat.