Jangan Buru-Buru Kembali Ngantor, Mama

Menghabiskan cuti melahirkan selama 3 bulan semaksimal mungkin bisa mendukung program menyusui Mama. Studi yang dimuat di Journal of Human Lactation menyebutkan, para mama yang berencana menyusui bayi setidaknya selama tiga bulan tapi kemudian harus kembali ngantor lebih cepat ternyata cenderung tidak bisa mencapai targetnya. Menurut survei, kemungkinan gagal memberi ASI Eksklusif pada mama yang kembali bekerja full-time sebelum 6 minggu pasca melahirkan meningkat 2,25 kali lipat dibandingkan mama yang menikmati cuti di rumah setidaknya 3 bulan. Sementara mama yang kembali ngantor dalam kurun waktu minggu ke-6 hingga bulan ke-3 pasca melahirkan berkemungkinan 1,82 kali lipat untuk gagal mencapai target menyusuinya. Ini tentu berpengaruh pada bayi.

Makin Rendah Berat Badan, Makin Tinggi Risiko Diabetes

Studi yang dilakukan di Brown University menegaskan kaitan antara rendahnya berat badan bayi saat lahir dengan tingginya risiko terhadap Diabetes tipe 2. Menurut hasil studi yang dimuat dalam jurnal Diabetologia, faktorfaktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah adalah resistensi terhadap insulin, masalah dengan pembuluh darah, serta tekanan darah sistolik yang tinggi.

Papa Melek Asi, Bayi Sukses Asi Eksklusif

Jika para papa sudah terlibat program menyusui sejak dini, para mama kemungkinan akan konsisten menyusui hingga tiga bulan ke depan, demikian menurut penelitian University of Ontario, Kanada. Kehadiran papa membantu mama untuk memahami pentingnya menyusui dan menjadi pendamping dalam proses belajar menyusui. Bersama-sama, papa dan mama belajar memahami posisi bayi paling tepat untuk menyusui, mengetahui apa kah bayi telah menyusui dengan benar, serta memantau apakah bayi cukup mendapatkan ASI. Menurut studi, metode coparenting dalam menyusui ini sukses membuat 95% mama tetap menyusui hingga tiga bulan ke depan. Mama merasa didukung oleh pasang annya, sehingga dapat mengatasi rasa lelah dan frustrasi, yang sering dialami saat masa awal menyusui.

Untuk anak yang ingin mahir bahasa asing dapat mengikuti pelatihan di bimbel bahasa Perancis terbaik di Jakarta, sehingga memiliki keterampilan bahasa asing selain bahasa Inggris yang sudah umum.