Harus dalam Kondisi Fit

Bayi yang divaksin BCG hendaknya dalam kondisi ­ t. Meski tidak menutup kemungkinan saat bayi demam atau batuk pilek ringan, tetap mendapatkan vaksin sesuai jadwal. Jadi, tak perlu ragu melakukan vaksinasi bila si kecil hanya sekadar batuk pilek. Lain halnya apabila si kecil mengalami demam tinggi atau menderita panyakit berat (misalnya, sampai perlu perawatan di rumah sakit), vaksinasi sebaiknya ditunda dahulu. Sebaiknya vaksinasi pada bayi/anak dilakukan setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.

Tanda Sukses Imunisasi BCG

Kesuksesan pemberian vaksin BCG pada bayi adalah keluarnya bisul kecil dan bernanah di daerah bekas suntikan. Biasanya muncul setelah 4—6 minggu. Benjolan atau bisul tersebut memiliki ciri sangat khas, berbeda dari bisul pada umumnya. Bisul tersebut tidak menimbulkan rasa nyeri, bahkan bila disentuh tidak terasa sakit, pun si kecil tidak akan mengalami demam alias panas tinggi. Pasalnya, yang terlihat seperti bisul itu bukan merupakan suatu proses infeksi, melainkan reaksi hipersensitivitas terhadap BCG.

Indurasi (pembengkakan) yang timbul di sekitar tempat suntikan, pada 1—2 minggu kemudian berubah menjadi pustula (mengeluarkan nanah), lalu pecah menjadi ulkus (luka ke dalam), akhirnya menyembuh spontan dengan meninggalkan sikatrik (jaringan parut) dalam waktu 4—6 minggu. Jaringan parut ini bisa menyerupai kulit yang tertarik ke dalam ataupun penonjolan ringan seperti keloid. Mengenai tanda/bekas ini pada masing-masing bayi berbeda.

Jika jaringan kulit bayi bagus (dalam arti tidak terlalu sensitif), maka tanda keberhasilan imunisasi BCG hanya akan muncul dalam bentuk bentol kecil, seperti digigit nyamuk, berwarna putih, sehingga kekhawatiran soal estetika tidak akan terjadi. Namun, pada bayi berkulit sensitif, tanda keberhasilan imunisasi BCG akan sangat jelas terlihat, karena biasanya sebelum terbentuk tanda di kulit akan muncul bentol besar dan kemudian berbentuk seperti bisul, bahkan sampai bernanah.

Penting diingat, nanah di dalam bisul jangan dikeluarkan secara paksa, biarkan pecah dengan sendirinya, baru kemudian dibantu dikeluarkan dan dibersihkan. Cara membersihkannya cukup dengan mengompres bisul menggunakan kasa steril dan air hangat atau NaCl, tidak perlu diberi antiseptik. Bisul ini biasanya akan berulang, maksudnya tidak akan kempes saat itu juga. Setelah itu, baru tanda imunisasi terbentuk, yaitu kulit yang mengeras berbentuk lingkaran kecil seperti bentol besar.

Bagaimana jika bisul tak muncul? Bisa karena cara penyuntikan yang salah, bisa juga karena penyebab lain, seperti: kadar antibodi si kecil terlalu rendah, dosis vaksin terlalu rendah, daya tahan anak sedang menurun (misal, anak dengan gizi buruk), atau kualitas vaksinnya kurang baik akibat cara penyimpanan yang salah.

Walaupun demikian, meski bisul tak muncul, antibodi tetap terbentuk, lo. Hanya saja dalam kadar rendah. Imunisasi BCG pun tak perlu diulang, karena merupakan vaksin hidup yang titernya akan tetap tinggi tanpa perlu imunisasi ulangan. Selain itu, pada daerah endemis TB, infeksi alamiah akan selalu ada. Dengan kata lain, anak akan mendapat vaksinasi secara alamiah.

Simak juga rekomendasi tempat kursus TOEFL IBT Jakarta terbaik untuk Anda yang ingin mengikuti tes TOEFL.