Bangun Rumah Hanya Butuh Waktu 12 Jam

Dengan teknologi Rumah Instan Sehat dan Sederhana (RISHA), rumah baru dapat berdiri kokoh hanya dalam hitungan jam. Sebuah rumah dibangun dalam hitungan jam? Rasanya tidak mungkin! Untuk membangun rumah tipe 36m2 saja, proses pembangunannya membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum rumah siap huni. Bagaimana tidak, proses membangun rumah terdiri dari tahapantahapan yang panjang dari mulai mengukur lahan, membuat bekisting, fondasi, dinding, struktur bangunan, kusen, hingga memasang struktur atap beserta penutup atapnya.

WAKTU PENGARUHI BIAYA

Proses yang panjang bukan hanya membuat rumah lama dihuni. Proses yang panjang akan memengaruhi besarnya biaya yang dikeluarkan untuk membangun rumah, khususnya menyangkut biaya upah pekerja. Walau terlihatnya sederhana, biaya tukang biasa senilai Rp90.000 dan tukang ahli Rp130.000 per harinya, tetapi jika dikalikan dengan jumlah hari maka nominalnya akan semakin banyak. Apalagi, tukang biasa dan ahli yang dibutuhkan dalam membangun sebuah rumah jumlahnya banyak. Tentunya, ini akan semakin memengaruhi biaya keseluruhan.

KABAR MEMBAHAGIAKAN!

Di situasi ekonomi yang tidak kondusif ini, sebuah kabar membahagiakan datang dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Puslitbang membuat sebuah inovasi merancang rumah dalam jangka waktu yang relatif singkat dengan biaya rendah. Inovasi ini dikenal dengan nama Rumah Instan Sehat dan Sederhana atau disingkat dengan RISHA. “Rumah berteknologi RISHA bisa jadi solusi pengadaan rumah di Indonesia yang kebutuhan bertambah dari tahun ke tahun,” kata Arief Sabaruddin, Kepala Puslitbang perumahan dan Permukiman Kementrian PUPR. “Semoga dengan adanya RISHA ini, kebutuhan rumah bagi masyarakat Indonesia dapat segera terpenuhi,” tambahnya.

KEUNGGULAN RISHA Keunggulan RISHA terletak pada sistem strukturnya. Tidak seperti rumah pada umumnya, komponen struktur utamanya berupa panel beton bertulang yang terdiri dari 3 ukuran, yakni panel P1 berukuran 10cm x 30cm x 120cm, panel P2 berukuran 10cm x 20cm x 120cm, dan panel P3 (simpul) berbentuk “L”, dengan ukuran 10cm x 30cm x 30cm. Ketiga jenis panel beton itulah yang digunakan untuk membuat konstruksi sebuah rumah. Bahkan, untuk pondasi dan sloof, panel-panel itu juga yang dimanfaatkan.

TANPA LIMBAH BANGUNAN Limbah bangunan ternyata menjadi salah satu masalah lingkungan hidup yang jarang diperhatikan. Buangan material sisa pembangunan yang menumpuk bisa mengganggu alam. Dari segi ekonomis, limbah ini sangat merugikan. Tahukah Anda bahwa RISHA bisa jadi solusi pengurangan limbah bangunan? Dengan ukuran panel yang sudah pasti, membuat material bangunan tidak akan ada yang terbuang. Selain itu, biaya yag dikeluarkan juga akan lebih hemat karena semua material terpakai dengan baik.

PERKEMBANGAN RISHA – Tekonologi RISHA sudah diperkenalkan sejak awal tahun 2010-an. – Tahun 2015 RISHA semakin dikembangkan, Kementrian PUPR bekerja sama dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa membangun 11 RISHA di Mauk, Tangerang. Penggabungan ini kemudian menghasilkan nama baru yaitu RISHA-Indocement.

Tak lupa untuk menambahkan sebuah genset sebagai sumber listrik alternatif ketika listrik dari PLN sedang padam. Genset silent yang murah untuk rumah tangga bisa dibelinya dari distributor resmi jual genset 500 Kva di Bali. Salah satunya adalah PT. Rajawali Indo yang memberikan harga diskon dan garansi resmi yang sudah berdiri 10 tahun.