AnakMuda di Sektor Informal Kesehatan Bagian 2

Berdiri sejak 2013, Tyas bersama kawan-kawannya tergerak melakukan kampanye di media sosial mengenai bahaya rokok bagi kesehatan. Ia merasa saat itu di lingkungannya belum banyak yang paham mengenai bahaya merokok. Tyas bersama organisasinya kemudian membangun sejumlah kampanye kreatif dalam bentuk video, tagar, dan infografis yang menarik. Mereka juga sering melakukan edukasi di kampus-kampus bekerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia. Menurut Tyas, para perokok kini semakin muda secara usia. Ia menyatakan sekitar 3 juta anak merokok dan lebih dari 200 ribu orang meninggal karena merokok.

Ini yang mencetuskan ide tentang bagaimana cara menghentikan anak muda merokok. “Kami bikin gerakan kampanye kreatif, bukan cuma demonstrasi.” Smoke Free Agents pernah beraudiensi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan wali kota. Hasilnya, ada peraturan di Jakarta Timur bahwa tidak boleh ada iklan rokok di sekitar sekolah-sekolah. Tyas merasa harus ada keterlibatan anak muda dalam gerakan seperti ini karena anak muda merupakan investasi untuk kesehatan bangsa ke depan. Ia juga menilai kesehatan merupakan fondasi bagi kondisi negara yang lebih baik. “Saya percaya the power of money akan kalah oleh the power of reasons,” kata dia.

Keterlibatan anak muda di sektor kesehatan meski bergerak di luar institusi kesehatan selaras dengan keinginan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang hendak melihat aksi dari tiap negara di bidang kesehatan, terutama menyangkut pelaksanaan pedomanpedoman kesehatan yang sudah mereka keluarkan. “Anak muda harus menjadi pembuat perubahan,” kata Advisor WHO, Diah Saminarsih, di Jakarta, kemarin.

Diah mengimbuhkan, WHO ingin melihat apakah pedoman yang dikeluarkannya memiliki dampak atau tidak ke negara anggota, dan jika memiliki dampak, berapa orang yang terkena dampak.“Itu semua konten dan substansi, perlu operator untuk menjalankan itu. Di sini pentingnya peran pemuda.” Menurut Diah, anak muda bisa mulai mengkaji ide-ide yang ada, lalu melihat mana yang bisa mereka kerjakan dan mana yang dikerjakan oleh para pembuat keputusan. Pelibatan anak muda dari perencanaan sampai implementasi di bidang kesehatan harus sudah mulai dilakukan. “Dunia sekarang bertumpu kepada pemuda,” ujarnya.