AnakMuda di Sektor Informal Kesehatan Bagian 1

Sejarah Indonesia diisi oleh ide, gagasan, dan gerakan yang dilakukan anak-anak muda. Saat ini banyak anak muda mencoba berkecimpung di berbagai bidang dengan minat dan gagasan masingmasing. Salah satu yang dilirik oleh anak muda adalah sektor kesehatan. Mereka tak hanya menjadi pekerja formal di bidang tersebut, tapi juga menjadi penggerak di bidang kesehatan di luar institusi pemerintahan. Misalnya saja apa yang dilakukan Gagah Septianto melalui platform We Care yang didirikannya. We Care merupakan perusahaan start-up yang bergerak untuk menggalang dana bagi pasien yang memiliki keterbatasan dari sisi keuangan dan tinggal di daerah yang sulit dijangkau. Sampai saat ini, We Care, yang baru berumur dua tahun, sudah membantu 344 pasien dengan sekitar 10 ribu donatur.

Total donasi yang dikumpulkan sampai saat ini sebanyak Rp 4,63 miliar. “Tujuannya membuat orang berbuat baik dengan lebih mudah,” kata Gagah dalam sebuah diskusi kesehatan di Gedung Tempo, Jakarta, kemarin. Gagah mengatakan orang Indonesia, jika tidak bisa mendanai biaya kesehatannya, akan mencoba mencari pinjaman. Namun hal itu akan menyulitkan mereka ketika mengembalikan pinjaman. Opsi terakhir yang biasanya mereka tempuh adalah keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah. Di sinilah We Care hadir dengan mencoba membantu, meski ia menyatakan program BPJS Kesehatan yang dilakukan pemerintah sudah baik. “Tapi ada saja kejadian di lapangan dari sisi pasien dan providernya.” We Care sudah memiliki sekitar 250 partner medis yang tersebar di banyak kota.

Mereka juga memiliki program biaya kesehatan jangka panjang bagi pasien-pasien yang pernah diberikan bantuan. Menurut Gagah, pihaknya sudah pernah bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan dinas sosial di sejumlah daerah dalam penanganan pasien. Gagah menjelaskan bahwa anak muda memang harus mulai mempelajari masalah yang ada di masyarakat. Seringkali ia merasa ego anak muda terlalu tinggi, sehingga antara yang diinginkan dan yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat tidak cocok. “Mereka terobsesi dengan solusi dan tidak rendah hati jika solusinya salah,” kata dia. Gagasan lain dilakukan oleh Hasna Pradityas sebagai co-founder organisasi Smoke Free Agents.

Baca juga artikel lanjutannya di https://eatrightbroward.org/anakmuda-di-sektor-informal-kesehatan-bagian-2/