alat Pengendali Ergonomis

Sekitar tahun 1996, saya ikut dalam sebuah tim yang me- ngembangkan sistem yang interaksinya memanfaatkan la yar sentuh di monitor tabung. Saat itu juga saya berpikir, mayoritas PC akan menggunakan layar sentuh ini. Namunsetelah 18 tahun berlalu, teknologi layar sentuh ternyata masih belum diadopsi secara luas di PC walaupun mulai banyak All-InOne (AIO) PC menawarkan feature ini. Layar sentuh pada smartphone dan tablet sudah menjadi feature wajib, tapi mengapa tidak pada PC?

Kuncinya, portabilitas

Layar sentuh pada PC mengharuskan penggunanya mengangkat tangan untuk menyentuh layar. Untuk pemakaian singkat, misalnya pada kios informasi di tempat publik atau di mal, teknologi ini sudah tepat guna. Namun untuk penggunaan yang lama seperti PC, mengangkat tangan dalam waktu lama menimbulkan kelelahan pada otot tangan. Ini yang menyebabkan layar sentuh untuk PC menjadi kurang populer. Bentuk layar kecil sekunder seperti smartphone dan tablet yang mudah digenggam dan portabel membuat penggunaan layar sentuh relatif tidak melelahkan. Lalu, mengapa salah satu produk Microsoft yang bernama Surface (sekarang menjadi nama produk tablet), yang berupa meja dengan layar sentuh horizontal hanya muncul di film, tidak populer untuk umum? Faktor utamanya adalah portabilitas. Meja Microsoft Surface yang horizontal memaksa penggunanya harus selalu berada di dekat meja tersebut. Beberapa AIO, seperti dari Lenovo, bisa dibuat datar sehingga tangan bisa diletakkan di atas layar. Namun tetap saja tidak membuatnya menjadi portabel.

Kinect, Leap Motion, Myo

 Kinect merupakan alat pengendali Microsoft Xbox yang dapat diterima dengan baik di pasar. Kinect bekerja dengan mengolah video dari kamera digital kemudian mendeteksi dan menerjemahkan gerakan tangan dan kaki pengguna di depan kamera. Leap Motion meniru konsep Kinect, mendeteksi gerakan tangan dan jari menggunakan kamera infra merah. Secara teoretis, ini bisa menggantikan keyboard dan mouse. Namun mengingat sejarah layar sentuh PC serta nasib meja Microsoft Surface, saya rasa Leap Motion kurang cocok untuk pemakaian dalam jangka waktu lama, karena tangan harus melayang terus di atas perangkat dan tidak boleh bergerak terlalu jauh darinya. Alat pengendali yang menurut saya konsepnya tepat, dilengkapi feature wireless sehingga portabilitasnya tinggi dan bisa digunakan dalam posisi apapun adalah gelang Myo. Alat ini dipasang di lengan dekat siku sehingga sensor akselerometernya bisa mendeteksi gerakan tangan. Namun yang lebih penting adalah sensor otot tangan. Sensor ini memungkinkan deteksi gerakan jari tangan maupun pergelangan tangan berdasarkan perubahan bentuk otot, jadi tidak bergantung pada sensor optis. Fungsinya seperti sarung tangan yang dikenakan Tom Cruise di film Minority Report, namun dalam bentuk yang lebih sederhana. Gelang Myo ini direncanakan baru akan dijual awal tahun ini. Saya harap dugaan saya benar, perangkat ini akan menjadi populer di masa depan